Situ Sangiang
Home » Wisata » Situ Sangiang Majalengka Wisata Alam yang Menyejukan

Situ Sangiang Majalengka Wisata Alam yang Menyejukan

iarsip.com – Situ Sangiang Majalengka merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat memanjakan mata pengunjung yang terdapat di kabupaten Majalengka. Udara yang sejuk, segar dan masih banyak pohon-pohon yang rimbun membuat nyaman dan terlupa dengan aktifitas rutin yang menumpuk. Letak Situ/danau Sangiang ini berada di kabupaten Majalengka dan tidak jauh dari pusat kota sekitar 30 km atau sekitar 40 menit perjalanan menggunakan kendaraan. Dari Majalengka menuju ke arah desa Sangiang kecamatan Banjaran dan terus menuju situ Sangiang. Jalan untuk menuju ke sana sudah bagus dan halus tetapi sayangnya belum ada angkutan umum sehingga disarankan menggunakan kendaraan pribadi.

Situ Sanghyang

Situ Sangiang Majalengka menurut legenda

Selain panoramanya yang indah dan udara yang menyejukan di situ ini terdapat banyak sekali ikan yang tidak boleh diambil oleh siapapun. Dari ikan-ikan ini ada legenda Situ Sangiang yang dipercaya turun temurun hingga sekarang yang diyakini bahwa ikan tersebut merupakan prajurit kerajaan. Sejarah Situ Sangiang dimulai dari berdirinya satu kerajaan yang makmur yakni dipimpin oleh Prabu Darmasuci yang menggantikan ayahnya dan diberi gelar Sunan Talagamanggung. Sunan Talagamanggung memiliki dua anak yaitu Raden Panglurah dan Ratu Putri Dewi Sumbar Kencana. Menginjak dewasa Raden Panglurah pergi bertapa ke Gunung Bitung sedangkan adiknya jatuh hati pada pemuda yang berasal dari kerajaan Sriwijaya Palembang. Akhirnya mereka menikah dan pemuda itu mendapat julukan Adipati Palembang gunung. Setelah menikah Adipati mempunyai niat untuk menguasai kerajaan dan singkat cerita dibunuh lah sang mertua dengan menggunakan panah. Jasad Darma Suci tiba-tiba menghilang dan tempat itu berubah menjadi situ/danau dan situ tersebut dinamakan Situ Sangiang (Sangiang artinya menghilang).

Pasilitas dan harga tiket

Tempat wisata ini memiliki luas sekitar 107 ha dengan luas situ sekitar 19,7 ha. Bila pengunjung datang maka akan disambut dengan suara burung dan ikan-ikan dalam situ. Disekitar situ masih banyak hutan yang tampak rimbun dan didalamnya hidup beragam satwa seperti kera, burung elang dan kujang/rusa. Hutan dan hewan tersebut dijaga dan dilestarikan dibawah pengawasan Taman Nasional Gunung Ciremai karena tempat wisata ini berada dikaki gunung Ciremai. Pasilitas dilokasi wisata tersedia lahan parkir, toilet, loket karcis, warung-warung dan banyak spot foto untuk menambah koleksi foto Anda. Di Situ Sangiang ini juga terdapat makam Sunan Parung yang tentunya banyak peziarah dari berbagai kota datang ke tempat ini. Sunan Parung merupakan salah satu raja di kerajaan Talaga Manggung. Untuk harga tiket masuk dikenakan tarif Rp 15000 (th 2020) sedangkan untuk tiket parkir hanya Rp 2000. Siapa yang berminat kesana? Siapkan kamera dan bekal yang cukup tentunya.

Baca juga:

Situ Lengkong Panjalu Ciamis Wisata Alam Mempesona

Wisata Puncak Bangku Rancah yang Menakjubkan

Jati Sewu Cibungbang Ciamis Wahana Wisata Edukasi Keluarga

(iarsip.com).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *